Page 18 - modul
P. 18
Pinggiran sungai ada seekor buaya yang sedang kelaparan, sudah tiga
hari Buaya itu belum makan perutnya terasa la sekali mau tidak mau hari ini
dia harus makan sebab kalau tidak bisa-bisa ia akan mati kelaparan. Buaya itu
segera masuk ke dalam Sungai, ia berenang perlahan-lahan menyusuri sungai
mencari mangsa. Buaya melihat seekor bebek yang juga sedang berenang di
sungai, Bebek tahu dia sedang diawasi oleh Buaya, dia segera menepi.
Melihat mangsanya akan kabur Buaya segera mengejar dan akhirnya
Bebek pun tertangkap. “Ampun Buaya, tolong jangan mangsa aku, dagingku
sedikit, kenapa kamu tidak memangsa kambing saja di dalam hutan,” ucapnya
seraya menangis ketakutan. “Baik, sekarang kau antar aku ke tempat
persembunyian Kambing itu,” perintah buaya dengan menunjukkan taring
yang sangat tajam.
Berada tidak jauh dari tempat itu ada lapangan hijau tempat Kambing
mencari makan, dan benar saja di sana ada banyak Kambing yang sedang
lahap memakan rumput. “Pergi sanah, aku mau memangsa Kambing saja,”
Bebek yang merasa senang, kemudian berlari dengan kecepatan penuh.
Setelah mengintai beberapa lama, akhirnya Buaya mendapatkan satu
ekor anak Kambing yang siap dia santap. “Tolong, jangan makan aku,
dagingku tidak banyak, aku masih kecil, kenapa kamu tidak makan gajah saja
yang dagingnya lebih banyak, aku bisa mengantarkan kamu ke sana”. “Baik,
segera antarkan aku ke sana!” Anak Kambing itu mengajak buaya ke tepi
danau yang luas, di sana ada anak Gajah yang besar.
Buaya langsung mengejar dan menggigit kaki anak Gajah itu. Walau
besar, tapi kulit Gajah itu sangat tebal, jadi tidak bisa melukainya. Anak Gajah
itu berteriak meminta tolong kepada ibunya. Buaya terus saja berusaha
menjatuhkan anak Gajah itu, tapi sayang tetap tidak bisa. Mendengar teriakan
anaknya, sekumpulan Gajah mendatangi dan menginjak Buaya itu sampai
tidak bisa bernafas. Buaya itu tidak bisa melawan, karena ukuran ibu Gajah
Modul Pembelajaran Cerita fabel
13

