Page 47 - modul
P. 47
4. Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda koma dan satu spasi
apabila bagian kalimat pengiring terletak setelah kalimat petikan. “Ulu,
aku tidak suka dengan hujan,” kata Semut lirih.
5. Jika ada 2 kalimat petikan, huruf awal pada kalimat petikan pertama
menggunakan huruf kapital. Sedangkan pada kalimat petikan kedua
menggunakan huruf kecil kecuali nama orang dan kata sapaan. Contoh:
“Coba saja minta sama ayah,” kata ibu, “dia pasti akan memberikannya.”
6. Tanda koma TIDAK dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari
bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu
berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Sebagai penghubung dari kalimat langsung yang ada di cerita fabel
adalah kalimat tidak langsung. Kalimta tidak langsung adalah kalimt yang
melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat
berita.
Ciri-ciri kalimat tidak langsung, yaitu:
a. Tidak menggunakan tanda petik
b. Intonasi membacanya datar
c. Terdapat perubahan kata ganti
Kemudian, pada cerita fabel juga menggunakan kata ganti. Kata ganti
yang disering dipakai di dalam cerita fabel yaitu
1. Kata ganti orang ke-1 berubah menjadi orang ke-3. “Saya”, “aku” menjadi
“dia” atau “ia”
2. Kata ganti orang ke-2 berubah menjadi orang ke-1. “kamu” “Dia”
menjadi “saya”atau nama orang
3. Kata ganti orang ke-2 dan ke-1 jamak berubah menjadi ”kami”, “kita”,
“mereka”, “kalian”, “kami” menjadi “mereka”, “kami”
Setelah mempelajari mengenai ciri kebahasaan dari cerita fabel,
kerjakanlah latian soal dibawah ini!
Modul Pembelajaran Cerita fabel
42

