Page 46 - modul
P. 46

B.  Kebahasaan Cerita Fabel


                      Cerita  fabel  memiliki  ciri  atau  unsur  kebahasaan  yang  digunakan
               dalam menyajikan cerita. Seperti yang dikemukakan Harsiati, dkk (2017: 223-
               231) bahwa ciri kebahasaan cerita fabel sebagai berikut.
               1.  Pilihan  kata  yang  imajinatif  dan  mudah  dipahami,  seperti  dalam

                    menggambarkan latar suasana, waktu, maupun tempat.
               2.  Penggunaan sinonim dan antonim

               3.  Menggunakan kalimat langsung maupun tidak langsung
               4.  Biasanya mengguanakan kata sandang si dan sang

               5.  Penggunaan kata depan untuk menunjukkan tempat dan waktu.
                      Cerita  fabel  juga  banyak  menggunakan  kalimat  langsung.  Kalimat

               langsung merupakan kalimat yang diucapkan secara langsung kepada orang

               yang dituju. Kalimat langsung ditandai dengan penggunaan tanda petik (“...”).
                      Ciri-ciri kalimat langsung, yaitu:

               1.  Menggunakan tanda petik (“...”).
               2.  Menggunakan tanda baca (!,?,.) untuk mengekspresikan intonasi bicara.

               3.  Kata ganti orang pertama dan orang kedua.
                      Cara Penulisan Kalimat Langsung

               1.  Bagian kalimat langsung diapit oleh tanda petik dua (“) bukan petik satu

                    (‘).
               2.  Tanda petik penutup ditaruh setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat

                    petikan.  Contoh:  Jaka  mengatakan,  “Aku  akan  pergi  ke  toko  besok.”

                    (Benar). Jaka mengatakan, “Aku akan pergi ke toko besok”. (Salah)
               3.  Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda koma dan satu spasi

                    apabila  bagian  kalimat  pengiring  terletak  sebelum  kalimat  petikan.
                    Contoh: Ulu berkata, “ Biarlah saya bernyayi sendiri.”





                                                          Modul Pembelajaran Cerita fabel
                                                   41
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51